mari ramaikan pasar modal

Belajar Bermain Saham

Barangkali memang sudah saatnya masyarakat kita
didorong dan diencourage untuk memindahkan uangnya yang semula ngendon
di bawah bantal untuk diinvestasikan supaya bisa lebih menggairahkan roda
perekonomian kita. Apalagi, banyaknya sektor usaha informal yang marak
belakangan ini, setidaknya menunjukkan bahwa dalam masyarakat ada arus
perputaran uang yang tidak bisa dibilang sedikit.

Saham adalah salah satu produk keuangan. Kita
mengenal pasar finansial yang terbagi dalam pasar modal dan pasar uang. Saham
termasuk produk pasar modal yang merupakan bukti kepemilikan kita terhadap
perusahaan yang menerbitkan sertifikat saham tersebut. Saham ada nilai
intrinsik maupun nilai aktualnya. Untuk bertransaksi saham juga ada aturan main
tersendiri. Tapi uraian tentang itu tidak akan saya jelaskan di sini karena
sudah banyak tulisan yang membahas tentang itu.

Bermain saham, seperti juga wahana investasi lain
atau seperti juga menjalankan usaha, ada tips dan trik yang bisa dipelajari.
Kebanyakan memang menganggap saham hanya sebagai instrumen finansial yang
dipelajari dan dipahami secara left-brain thinking only. Padahal, esensi
utamanya bukan berada di situ.

Dan, berikut beberapa tips dan trik yang mungkin
bisa Anda baca dan mungkin Anda praktekkan sendiri:

  • Perlakukan saham sebagai “human”, bukan dipahami semata-mata ”by
         the book
    ” saja. Lihat juga orang-orang yang mengelolanya, pemain di
         belakangnya (market maker, player, follower) dan karakteritik
         masing-masing, baru kemudian masuk ke analisis dan tools yang
         digunakan.
  • Jangan sepenuhnya percaya pada data-data keuangan, apalagi yang belum
         diaudit dan/atau belum disahkan oleh Bapepam. Indonesia adalah salah satu
         contoh emerging market, dan karakteristik utama dari pasar seperti
         ini adalah data yang seringkali unreliable. Jadi, tetaplah bersikap
         konservatif dan hati-hati.
  • Ada baiknya Anda mulai dengan mengoleksi saham-saham blue chip
         yang turun harganya karena sentimen right issue. Tak apa, dalam
         waktu yang tidak terlalu lama, biasanya harganya segera terkoreksi dan
         merangkak naik. Return saham-saham blue chip biasanya average,
         tapi cukup layak untuk dipegang dalam jangka waktu lama.
  • Anda juga bisa mengikuti aksi yang dilakukan para bandar. Bermainlah
         sedikit dengan saham gorengan. Biasanya, saham ini tidak terlalu banyak
         peredarannya sehingga mudah dikatrol dan dipermainkan harganya.
         Ciri-cirinya, volume transaksi saham ini cukup besar dan nilainya turun
         tapi kemudian perlahan-lahan naik. Sekali lagi, hati-hati karena tren bisa
         segera berbalik dengan cepat dan gunakan hanya jika ada uang berlebih.
  • Disiplin. Tetapkan batas atas dan batas bawah. Misalnya, 33% di atas
         dan 5% di bawah. Taati aturan itu dan jangan sekali-kali mengikuti nafsu
         dan emosi Anda. Kalau Anda berani mengambil resiko, tidak apa-apa tanpa cut
         loss
    , kecuali 1) Anda pakai margin, 2) harga saham sudah tergolong
         tinggi, dan 3) ketika Anda masuk, harga atau tren berbalik arah.
  • Tekun dan geluti secara serius. Lakukan analisis dan review portofolio
         secara berkala. Saya sarankan untuk memegang tidak lebih dari 9 jenis
         saham saja. Fokus pada maksimal 3 saham dan hold 1-2 saham untuk
         tetap dipegang untuk satu tahun. Kemampuan manusia terbatas, jadi baiknya
         jangan terlalu greedy.
  • Belajar fundamental ekonomi global dan emiten tertentu adalah suatu
         keharusan. Lebih baik lagi jika Anda juga mengikuti selalu berita nasional
         dan mengamati korelasinya dengan gerakan di bursa.
  • Simak karakteristik unik bursa. Misalnya, biasanya ada kecenderungan
         naik sekitar April-Mei sebagai antisipasi publikasi laporan keuangan dan
         pembagian dividen (sell). Sebaliknya, pada bulan September-Oktober
         seperti sekarang, biasanya kecenderungan turun karena sepi, tidak ada
         berita dan aktivitas (buy). Sementara pada akhir tahun ada
         kecenderungan naik, sebagai antisipasi window dressing dan
         menyambut january effect (sell). Pada bulan Februari-Maret,
         biasanya terjadi koreksi pasca window dressing dan january
         effect
    (buy). Begitu seterusnya.
  • Broker juga manusia. Ajak mereka makan siang dan make friendship.
         Lakukan saja dengan tulus. Jangan pernah mengharapkan Anda akan
         mendapatkan insider information dari sini. Selain tidak etis, hal itu juga
         melanggar hukum (ilegal).
  • Mohon bimbingan yang di atas. Percayalah bahwa banyak variabel yang
         berpengaruh tetapi berada di luar kendali kita. Di situlah peran tangan
         Tuhan berkuasa. Dan ketika Anda mendapatkan gain, jangan lupa
         sumbangkan sebagian dari apa yang Anda terima dan tetaplah bersikap rendah
         hati. Investor besar yang saya tahu rata-rata orang yang low profile,
         sederhana, dan tidak suka banyak bicara.
  • Terakhir, ada quote menarik yang saya ambil dari salah satu
         buku, sayang saya lupa siapa penulisnya. Bunyinya, kalau tidak salah, ”You
         have to trade what you see, not what you think. And only a detached and
         unemotional state of minds allows us to make our decisions objectively.

         See?

Informasi, analisis/strategi, sikap mental dan
emosi, serta luck, tetap merupakan faktor utama yang menunjang
keberhasilan Anda. Tiga faktor pertama bisa Anda pelajari, namun satu faktor
terakhir hanya bisa Anda dapatkan dengan mendekatkan diri dengan yang di atas.

Inilah saatnya Anda bergerak. You have to trade.
You must change your self from learning to take a trade from cold blooded
readiness to read on valid signal.

Good luck !!!!

Sumber ; http://nofieiman.com

Leave a Reply